Komitmen Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku dalam mencetak aparatur pelatihan yang berkualitas dan berdaya saing nasional kembali membuahkan hasil nyata. Salah satu Widyaiswara Ahli Muda BPSDM Maluku, Marsye Fera Kalahatu, SE., M.Si., sukses menembus kancah literasi nasional melalui penerbitan artikel ilmiahnya di Jurnal Kewidyaiswaraan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Volume 11, yang resmi dirilis pada 10 Juli 2026.
Karya ilmiah yang berjudul “Efektivitas Penerapan Blended Learning di Wilayah Kepulauan pada Pelatihan Dasar CPNS Provinsi Maluku” ini mengangkat realita sosiogeografis yang dihadapi Provinsi Maluku, khususnya  tantangan nyata keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi dalam pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS di wilayah bercirikan kepulauan.
Solusi Strategis Berbasis Realita Kepulauan
Dalam kajiannya, Marsye Kalahatu menyimpulkan bahwa metode blended learning yang didesain oleh LAN RI sebenarnya merupakan solusi yang sangat strategis bagi pelaksanaan Latsar CPNS di wilayah kepulauan. Kendati demikian, agar implementasinya berjalan jauh lebih optimal, hasil penelitian merekomendasikan tiga poin krusial yang harus dipenuhi:
- Penguatan infrastruktur jaringan dan teknologi di daerah.
- Optimalisasi desain pembelajaran yang adaptif terhadap kondisi lokal.
- Peningkatan kesiapan peserta sebelum mengikuti pelatihan.
Buah Manis Kolaborasi BPSDM Maluku dan Universitas Pattimura
Prestasi gemilang ini tidak datang instan. Karya tulis ilmiah ini merupakan produk nyata dari program Pengembangan Kompetensi (Bangkom) yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Maluku bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.
Program strategis ini diikuti oleh jajaran Pejabat Fungsional di lingkungan BPSDM Maluku, mulai dari Widyaiswara, Analis Pengembangan Kompetensi, hingga Asesor SDM Aparatur. Kegiatan Bangkom Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) tersebut dilaksanakan secara klasikal pada tanggal 17, 18, 19, 22, dan 23 Desember 2025.
BPSDM Maluku menghadirkan pakar langsung dari Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Pattimura Ambon sebagai narasumber, yaitu Dr. Mariana Lewier, S.S., M.Hum. dan Areni Yulitawati Supriyono, S.Pd., M.Pd. Tidak berhenti pada kelas klasikal, program Bangkom ini dilanjutkan dengan aksi pengabdian masyarakat oleh tim pengajar Unpatti dalam bentuk pendampingan intensif terhadap para peserta hingga naskah siap dipublikasikan.
Menuju Lembaga Pelatihan Berkelas Nasional
Keberhasilan publikasi di Jurnal LAN RI ini menjadi pembuktian posisi BPSDM Provinsi Maluku di tingkat nasional. Sebagai lembaga pelatihan terakreditasi, BPSDM Maluku secara konsisten terus memastikan bahwa aparatur pelatihannya memiliki kualitas mumpuni dan kapasitas intelektual yang dapat disejajarkan dengan lembaga pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN) papan atas lainnya di seluruh Indonesia.
“Pencapaian Ibu Marsye Fera Kalahatu adalah bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk melahirkan inovasi akademik. Kami berharap capaian ini menjadi pemantik bagi seluruh jajaran fungsional BPSDM Maluku untuk terus melahirkan karya komprehensif demi kemajuan ASN di Bumi Raja-Raja,” ujar Kepala BPSDM Provinsi Maluku, Drs. Hadi, M.Si dalam pernyataan resminya.