Puskesmas Poka/Rumah Tiga melaksanakan kegiatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di BPSDM Provinsi Maluku pada Rabu Rabu (12/8/2026). BPSDM Provinsi Maluku menjadi lokus karena berada di wilayah kerja Puskesmas Poka/Rumah Tiga.
Pemeriksaan kesehatan diikuti dengan antusias oleh 26 orang ASN yang berasal dari unsur pengelola, pengajar, dan penyelenggara pelatihan. Tenaga kesehatan dari Pukesmas Poka/Rumah Tiga yakni dr. Zadrach van Afflen bersama dokter muda Jessica Aprilia, S.Ked dan Nilam Kakiay, S.Ked, serta sejumlah tenaga kesehatan lainnya melakukan pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, kadar kolesterol, gula darah, asam urat serta pemeriksaan khusus USG payudara.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku menyambut positif program dari Puskesmas Poka/Rumah Tiga ini karena sejalan dengan penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan lembaga pelatihan. Perlindungan terhadap kesehatan aparatur merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Pemeriksaan berlangsung pada fasilitas kesehatan milik BPSDM Provinsi Maluku, Klinik Dr. Johanes Leimena.
“Kegiatan hari ini dilaksanakan sebagai skrining awal untuk menekan penyakit tidak menular seperti Darah Tinggi, Diabetes Melitus serta Kanker Payudara melalui USG payudara,” jelas dr. Zadrach van Afflen, Pimpinan UPT Puskesmas Poka/Rumah Tiga.
Pelaksanaan deteksi dini PTM menjadi penting karena penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Melalui pemeriksaan secara berkala, faktor risiko maupun indikasi awal gangguan kesehatan dapat diketahui lebih dini sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Bagi BPSDM Provinsi Maluku, kegiatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular ini menjadi penegasan bahwa kesehatan aparatur merupakan bagian integral dari kualitas penyelenggaraan pelatihan. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh aparatur pelatihan.
Aparatur yang sehat merupakan salah satu modal penting dalam memastikan proses penyelenggaraan pelatihan berjalan optimal. Pengelola, pengajar, dan penyelenggara pelatihan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta, sehingga kondisi kesehatan dan keselamatan mereka perlu menjadi perhatian bersama. BPSDM menyambut positif jika kemitraan ini berlangsung pada kesempatan lainnya dengan melibatkan peserta dan penyelenggara pelatihan.